Pengertian Dari Telnet dan SSH

Dalam melakukan pengelolaan infrastruktur IT, tentu anda pernah melakukan konfigurasi maupun monitoring suatu perangkat kan ? kemudian bagaimana jika perangkat IT yang anda kelola tersebut jumlahnya cukup banyak apalagi jika perangkat yang dikelola letaknya cukup berjauhan, tentu akan sangat merepottkan dan membuang bayak waktu anda jika harus satu per-satu anda datangi kemudian direct colok kabel dari notebook anda ke perangkat tersebut. Disini lah anda perlu mengaktifkan fitur Telnet atau SSH.

Telnet dan SSH adalah suatu fitur yang umum disediakan oleh perangkat-perangkat infrastruktur IT yang gunanya untuk me-manage perangkat tersebut, seperti halnya remote, namun jika remote identik berbasis GUI seperti Remote Desktop, Remote Application, Remote Server. Beda halnya dengan Telnet dan SSH, keduanya digunakan untuk melakukan remote berbasis Text. Namun banyak dari kita sering kali beranggapan jika Telnet dan SSH itu sama saja. Pada penerapannya kedua Protocol tersebut memiliki fungsi dan kegunaannya yang berbeda. Berikut penjelasannya :

Definisi Telnet dan SSH

Telnet merupakan kependekan dari Telecommunication Network, merupakan aplikasi protocol yang digunakan pada internet dan local area network untuk menyediakan komunikasi interaktif berbasis text oriented. dan interaksi yang terjadi adalah dua arah dikoneksikan oleh virtual terminal dalam koneksi data berorientasi 8-bit menggunakan koneksi TCP.

Sedangkan SSH merupakan kependekkan dari Secure Shell, merupakan protocol yang juga digunakan pada internet dan local area network yang menyediakan komunikasi interaktif berbasis text oriented dengan fitur kriptografi sebagai fasilitas komunikasi data yang aman. SSH ini bisa memungkinkan pengguna untuk login antarmuka dengan baris perintah, perintah eksekusi dari jarak jauh. Protocol SSH secara spesifikasi membedakan antara dua versi utama, yang disebut sebagai SSH-1 dan SSH-2.

Cara Kerja Telnet dan SSH

Telnet dan SSH dapat bekerja bila disisi server atau perangkat sudah mengaktifkan protocol Telnet maupun SSH. Kemudian antara Server dan Client terhubung dengan jaringan. Pada intinya adalah dengan menggunakan protocol telnet maupun SSH, seorang user dapat melakukan login dan juga masuk ke dalam jaringan melalui komputer lain secara remote berbasis Text Oriented atau jarak jauh. Dalam bekerja, protocol telnet menggunakan port 23 sebagai jalur komunikasinya, sedangkan SSH menggunakan Port 22 sebbagai jalur komunikasinya. Dan  kemudian implementasinya dari dua buah program, masing-masing program merupakan program milik server dan juga milik komputer user atau client.

Namun letak perbedaan dari Telnet dan SSH ialah. Telnet sebagai protocol remote jarak jauh tanpa menggunakan enkripsi, sedangkan SSH sebagai protocol remote jarak jauh dengan enkripsi. Enkripsi pada SSH menggunakan Public-key Cryptography untuk authenticate remote komputer berbasis text. Sehingga SSH punya tingkat keamanan yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan protocol Telnet. Maka dapat disebutkan bahwa SSH telah di desaign sebagai pengganti dari Telnet maupun Protocol remote unsecured lainnya seperti Berkeley rlogin, RSH dan Rexec protocols.

Konfigurasi Telnet dan SSH

Nah pada kali ini saya akan memberitahukan cara setting Server maupun perangkat jaringan, supaya anda dapat terapkan konfigurasi tersebut di perangkat anda sendiri :

2 Comments

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *