Membuat Quota pada File Sharing Server SAMBA

Setelah mengimplementasikan membangun filesharing samba sederhana dan membangun filesharing samba user otentikasi. selanjutnya akan dibahas cara membatasi kapasitas penyimpanan pada filesharing menggunakan quota.

Dalam Implementasi Filesharing server menggunakan SAMBA, masalah lain muncul adalah bahwa user/orang yang menggunakan filesharing, tidak dibatasi kapasitasnya. sehingga orang dengan mudah menyimpan file mereka sebebasnya, tanpa perlu memikirkan kapasitas filesharing. ini menjadi tidak adil bilamana ada user lain yang juga pengguna filesharing yang ing menyimpan filenya namun tiba-tiba kapasitas storage dari filesharing penuh, sehingga ia tidak mendapatkan jatah untuk menyimpan filenya.

Hal seperti ini bisa diatasi dengan menggunakan quota. Untuk mengatasi agar masing-masing user tidak dapat menyimpan data melebihi kapasitas yang diizinkan, maka seorang administrator perlu menerapkan pemberian disk quota pada masing-masing user tersebut. Akan tetapi mungkin saja ada beberapa user yang ingin diberikan disk quota yang lebih besar atau bahkan mungkin diberikan disk quota yang tidak terbatas. Karena itu dengan penerapan disk quota ini dapat diatur pembagian quota masing-masing user sesuai dengan yang dikehendaki.

Ada beberapa Pembatasan yang terdapat pada quota, Masing-masing pembatasan ini kemudian akan dibagi atas dua kategori, yaitu kategori hard limit dan soft limits.

Hard limit tidak boleh dilewati, namun Setelah seorang user mencapai hard limitnya, dia tidak akan mendapatkan tambahan alokasi baru pada file sistem tersebut. Sebagai contoh jika user tersebut mempunyai hard limit 500 blok dalam sebuah file sistem saat dia telah mengggunakan 490 blok, maka user tersebut hanya tinggal memiliki alokasi 10 blok. Jika dia mencoba untuk mengalokasikan tambahan 11 blok, maka usaha ini akan gagal karena sudah melewati hard limitnya.

Sebaliknya soft limit dapat dilewati tapi hanya selama waktu yang telah ditetapkan. Periode ini dikenal dengan sebutan grace period, yang harga defaultnya adalah seminggu atau tujuh hari. Jika seorang user tetap mempertahankan kelebihan quota di batas soft limit lebih lama dari grace period yang dimilikinya, maka soft limit ini akan berubah menjadi hard limit. Kemudian karena sifat hard limit, dia tidak akan memperoleh tambahan alokasi lagi. Saat user tersebut mengembalikan lagi pemakaian ruang disk di bawah batas quota yang dimilikinya, grace period akan diset ulang.

Install Quota Pakage

Pada sistem linux ubuntu anda, jika  belum terinstall paket quota. maka lakukan install pakage quota, dengan perintah ;

setelah itu, copy paste terlebih dahulu file konfigurasi Quota dengan syntax berikut ;

Jika quota sudah diinstall pada sistem linux anda, maka secara otomatis saat booting sistem akan mengaktifkan quota. Untuk mengecek apakah quota sudah aktif lakukan perintah berikut :

Untuk Menghidupkan Quota, berikut syntaxnya ;

Sebelum melakukan proses editing file “/etc/fstab”, perlu mengetahui dulu nama filesystem partisi pada sistem operasi kalian, ketahui dengan syntax ;

dalam hal ini, saya ingin memasang quota pada partisi root “/”, yakni yang sudah saya tandai font warna merah diatas. kemudian nama partisi filesystem tersebut juga harus dicopykan ke file fstab quota di “/etc/fstab”.

Konfigurasi fstab File

Oke selanjutnya kita harus melakukan konfigurasi file “/etc/fstab” untuk mengaktifkan disk quota per baris file sistem, dimana anda dapat mengaktifkan quota untuk masing-masing user atau group atau keduanya untuk semua file sistem yang ada di Linux. Sebelum quota diaktifkan tampilan file “/etc/fstab” adalah sbb:

Untuk mengaktifkan quota user, tambahkan “usrquota” pada baris partisi root setelah “defaults”, atau jika ingin mengaktifkan quota group, maka tambahkan “grpquota” pada baris partisi root setelah “defaults”. Tapi disini saya ingin mengaktifkan kedua-duanya usrquota dan grpquota.

Setelah dilakukan copy nama filesystem partisi root ke dalam file konfigurasi fstab, juga menambahkan usrquota dan grpquota setelah “default”, maka konfigurasinya menjadi berikut ;

editing the /etc/fstab file isn’t enough, Linux needs to reread the file to get its instructions for /home. You can do this using the mount command with the -o remount qualifier.

Kemudian, aktifkan Quota dengan perintah berikut ini ;

Uupps, jika muncul tampilan seperti diatas, maka yang perlu dilakukan terlebih dahulu yakni dengan mematikan quota terlebih dahulu, dengan perintah “quotaoff -a” lalu lanjutkan dengan mengetikkan ulang perintah “quotacheck -cugm /” kemudian ketikkan “quotaon -guva” seperti berikut ;

tampilan diatas menandakan bahwa quota sudah aktif.

Selanjutnya reboot sistem agar quota dapat berjalan. Jika operasi sudah berjalan normal anda tidak perlu lagi menjalankan perintah quotacheck dan quotaon. Anda hanya perlu memastikan bahwa quota benar-benar sudah diaktifkan. Cara yang mudah untuk melakukan ini ialah dengan menjalankan perintah quota -v. Dari keluaran perintah ini dapat anda lihat satu baris informasi tentang pemakaian disk dan batas quota saat itu untuk masing-masing file sistem yang telah diaktifkan quotanya. Berikut contohnya ;

Oh iya, by default. setelah melakukan instalasi pakage quota, maka otomatis terbentuk file yang berfungsi menyimpan record quota yaitu aquota.user dan aquota.group. Keduanya umumnya diset owner sebagai root, dan hanya boleh di read-write oleh root saja. File ini biasa diletakkan di partisi / atau /home.

 

Menambahkan Kapasitas Storage (quota) pada User Samba

Untuk mengalokasikan batas quota digunakan perintah edquota, bisa digunakan untuk user quota dan group quota.

Sebagai contoh, gw pengen memasukkan quota pada user Restus, anisa, adit. Ketika perintah edquota diminta, secara otomatis sistem akan menggunakan fasilitas teks editor vi untuk menyunting batas-batas quota yang dikehendaki. Penggunaan perintah edquota dapat dilihat pada contoh berikut :

Catatan : flag -u digunakan untuk menambahkan quota user. jika ingin menambahkan quota group flag yang digunakan adalah -g.

Kemudian akan muncul

Catatan ;

  • Blocks: The amount of space in 1K blocks the user is currently using.
  • Inodes: The number of files the user is currently using.
  • Soft Limit: The maximum blocks/inodes a quota user may have on a partition. The role of a soft limit changes if grace periods are used. When this occurs, the user is only warned that their soft limit has been exceeded. When the grace period expires, the user is barred from using additional disk space or files. When set to zero, limits are disabled.
  • Hard Limit: The maximum blocks/inodes a quota user may have on a partition when a grace period is set. Users may exceed a soft limit, but they can never exceed their hard limit.

“blocks in use” adalah jumlah total blok (dalam kilobyte) yang telah dipakai oleh user. “inodes in use” adalah jumlah total file yang dimiliki user dalam partisi tersebut.

kemudian penulisan kapasitas menggunakan satuan KB atau kilobytes, jika ingin memberi kapasitas 3GB, maka di conversikan ke KB terlebih dahulu.

Edit pada bagian nilai soft atau hard, lalu save. (contoh saya beri kapasitas 3 GB = 3145728 KB), menjadi ;

oke, coba lagi menggunakan User anisa,

kemudian ubah pada nilai bagian soft (contoh ini saya beri 2GB = 2097152 KB), kemudian save, hasilnya menjadi ;

Untuk edit quota group, mudah saja, tinggal ganti flag -u menjadi -g. contohnya ;

akan muncul editor vi seperti contoh sebelumnya, kemudian ubah nilai soft atau hard. kemudian save, dalam contoh ini saya tidak melakukan pembatasan kapasitas pada group. 🙂

Selain perintah edquota, ada perintah lain yang menurut saya lebih mudah, yaitu “setquota”, contohnya ;

keterangan ;

  • angka pada setquota mengikuti urutan yaitu soft, hard, inodes, soft, hard.
  • sedangkan -a artinnya adalah all, yaitu setting limit untuk semua filesystem.

Report Quota

ada kalanya seorang IT diminta untuk membuat report penggunaan kapasitas penyimpanan per user. bisa menggunakan perrintah “repquota” yang artinya report quota ;

jika ingin melihat report hanya user yang tertentu saja, bisa menggunakan  perintah “repquota -u / | grep <nama_user>” berikut ;

jika ingin melihat report user dan groupnya, bisa menggunakan “repquota -ug /”.

 

References

https://lms.onnocenter.or.id/wiki/index.php/SAMBA:_Dengan_Quota

http://havizul.blogspot.com/2015/05/membangun-file-server-dengan-samba.html

https://www.samba.org/samba/docs/current/man-html/smbcquotas.1.html

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *